NKRIPOST KISARAN – Di mana pun Polisi berada, dia akan selalu mendapat dua konsekuensi logis besar yaitu Polisi akan dipuji dan Polisi juga akan dicaci. Apalagi di era saat sekarang ini, tugas Polisi hampir tanpa jeda waktu, untuk dapat terus memberikan pelayanan maksimal di sepanjang tugasnya.
Namun yang publik hampir lupakan, bahwa Polisi bahan bakunya sama seperti manusia pada umumnya. Di mana organ tubuh Polisi sama dengan manusia yang lainnya, bukan buatan pabrik industri, apalagi pabrik rumahan.
“Keliru dicaci, benar pun tidak dipuji. Hal itu terkadang kerap menjadi ‘menu’ sehari-hari bagi seorang Polisi.”
Sedikit banyaknya bisa kita melihat masyarakat yang mengapresiasi pencapaian kinerja Kepolisian, karena seribu kebaikan akan habis ditumbangkan oleh satu kekeliruan.
Implikasi rangkaian kegiatan selama pandemi tentunya sangat melelahkan baik fisik maupun psikis anggota Polisi. Ini yang menjadi landasan rasional anggota Polisi, di mana butuh ruang untuk menyeimbangkan, otak, hati, pikiran, hingga peran sebagai anggota Polri, peran sebagai bawahan, atasan, peran sebagai orang tua serta peran sebagai anak dan masyarakat biasa.
Jika ketidakseimbangan terjadi, dimungkinkan pelanggaran-pelanggaran seperti kode etik dan disiplin pun bisa terjadi. Untuk itu, perlu tindakan edukatif dan humanis berkelanjutan agar semua personel Polri tetap istiqomah di jalur kebaikan.